Karya Tulis Ilmiah Akademik : Jurnal
PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI)
SEBAGAI ALAT DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA
NAMA : Rizky Febrian Nur
NIM : 10171067
PENDAHULUAN
Kanker payudara adalah suatu penyakit ganas berasal dari jaringan
utama dan penyokong payudara dan dapat berkembang atau menjalar ke organ lain.
Menurut WHO (2010),
jumlah kematian akibat kanker pada tahun 2007 sebanyak 7,9 juta kematian. Angka
kematian terebut di akibatkan kanker secara global dan diproyeksikan akan
meningkat sebesar 45% dari kondisi tahun 2007 yaitu menjadi 11,5 juta kematian
pada tahun 2030. American Cancer Society (ACS) memperkirakan bahwa pada tahun 2011, ditemukannya kanker payudara
invasif baru pada wanita sekitar 192.200 dan menyebabkan kematian
dengan jumlah 40.860 (Cotran dkk, 2007).
Kanker payudara
di Indonesia menempati urutan kedua setelah kanker leher rahim. Diperkirakan 10 dari 100.000 penduduk terkena
kanker payudara
dan
70% dari penderita memeriksakan dirinya pada keadaan stadium lanjut
(Ana,
2007).
Faktor yang
menyebabkan hal tersebut
terjadi adalah penderita kurang
mengerti tentang apa itu
kanker, kurang memperhatikan payudara sendiri, rasa
takut akan operasi
atau akan takut dengan benda-benda tajam bisa disebut juga belonephobia atau
aichmophobia, percaya
dukun atau tradisional dan rasa malas serta malu memperlihatkan payudara (Sutjipto, 2009).
Dalam perkembangan teknologi dunia kedokteran, ada
beragam macam cara untuk
deteksi secara
dini apabila adanya kelainan
ataupun keanehan pada
payudara,
diantaranya dengan thermograph, mammography, ductography, biopsi dan
ultrasonography payudara. Ada juga cara yang lebih mudah
dan efisien untuk dapat mendeteksi kelainan payudara
oleh diri sendiri yang dikenal
dengan pemeriksaan
payudara sendiri (SADARI). Definisi SADARI
adalah salah satu
langkah deteksi
dini untuk mencegah terjadinya kanker payudara yang akan lebih efektif jika dilakukan
sedini mungkin ketika wanita mencapai usia reproduksi (Suryaningsih, 2009).
Seorang wanita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pada payudaranya sendiri pada saat 20 tahun setiap bulan
atau setiap tiga bulan sekali guna
mendeteksi secara dini
apabila terdapat kelainan
atau keanehan dan segera
mendapatkan penanganan yang tepat. (Setiati, 2009).
Tujuan
jurnal ini adalah menjelaskan bagaimana cara SADARI sebagai langkah mengetahui
secara dini terhadap kanker payudara dan menjelaskan bagaimana mencegah kanker
payudara.
TINJAUAN
PUSTAKA
Cara
mendeteksi kanker secara dini dengan metode SADARI
Mengajarkan wanita bagaimana
melakukan pemeriksaan payudara mandiri adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam pelaksanaan pemeriksaan
payudara.
Pentingnya pemeriksaan payudara tahunan oleh dokter atau tenaga kesehatan
dan pemeriksaan bulanan
secara mandiri atau sendiri yang seharusnya ditanamkan pada wanita selama
kehidupannya (Varney, 2004).
Tindakan SADARI sangat
penting karena hampir 85% benjolan pada payudara wanita ditemukan oleh
penderita sendiri atau teksi kanker. Melakukan pemeriksaan SADARI sangatlah mudah untuk dilakukan tetapi kenyataannya beberap wanita bersikap acuh tak
acuh dengan kondisi kesehatan organ reproduksinya. Tingkat kesadaran terhadap pemeriksaan SADARI dapat mempengaruhi sikap para
wanita usia subur khususnya (WUS) untuk menyarankan bahwa pentingnya melakukan
pemeriksaan SADARI untuk mencegah tingkat resiko kanker payudara, hal tersebut
dapat meningkatkan kesadaran WUS untuk memotivasi diri sendiri mempraktekkannya secara langsung sehingga dapat mengetahui langsung bagaimana kondisi payudaranya dan dalam pemeriksaan SADARI ini dapat menurunkan tingkat kematian akibat kanker payudara sekitar
20%, namun sayangnya semua wanita yang melakukan kegiatan ini masih rendah atau bisa dikatakan
kurang (Septiani & Suara, 2013).
Ada beberapa langkah untuk melakukan
metode SADARI menurut Suryaningsih (2009), yaitu yang pertama dengan cara
melihat dari bentuk dan ukuran karena payudara yang normal dengan payudara yang
terkena kanker berbeda. Untuk payudara yang terkena kanker puting lurus
ke depan atau tertarik ke
dalam,
puting atau kulit ada yang lecet atau tidak,
warna
kulit tampak kemerahan atau
tidak, tekstur kulit tampak menebal dengan pori-pori melebar atau mulus, tampak adanya kerutan, cekungan atau tidak dan untuk payudara yang normal adalah payudara dengan bentuk
sempurna tanpa perubahan warna, tekstur
dan pembengkakan. Cara kedua dengan cara memijat secara
lembut, melakukan
pemijatan dari tepi hingga ke puting agar mengetahui
ada tidaknya
cairan yang keluar dari puting susu yang seharusnya tidak ada cairan yang
keluar, kecuali saat sedang menyusui. Cara ketiga dengan cara meraba, dilakukan
dengan gerakan memutar mulai dari tepi payudara hingga ke puting, masing-masing
gerakan memutar dilakukan dengan kekuatan tekanan yang berbeda-beda, yaitu
tekanan ringan untuk meraba ada tidaknya benjolan di dekat permukaan kulit, tekanan sedang untuk meraba ada tidaknya benjolan di tengah-tengah jaringan payudara,
dan tekanan cukup kuat untuk merasakan adanya benjolan di dasar payudara,
dekat dengan tulang dada.
Cara ketiga dengan meraba ketiak dari area di sekitar payudara untuk mengetahui
ada tidaknya benjolan.
Pencegahan
Kanker Payudara
Menurut Rasjidi (2009) kanker dapat
dicegah dengan beberapa tindakan, yaitu hindari makanan yang berkadar lemak
tinggi, dari hasil penelitian konsumsi makanan berkadar lemak tinggi
berkorelasi dengan peningkatan kanker payudara, jaga kesehatan dengan mengkonsumsi
buah dan sayur yang segar, memberikan air susu ibu (ASI) pada anak selama
mungkin, hal ini dapat mengurangi resiko terkena kanker payudara dan lakukan
pemeriksaan SADARI setiap bulan.
KESIMPULAN
Kanker
payudara bisa terjadi akibat adanya kerusakan gen yang mengatur pertumbuhan dan diferensiasi
sel-sel pada payudara, sehingga sel-sel tersebut tumbuh dan berkembang biak
tanpa dikendalikan.
Seorang
wanita dianjurkan
untuk melakukan pemeriksaan pada payudaranya sendiri pada saat 20 tahun setiap bulan
atau setiap tiga bulan sekali guna
mendeteksi secara dini
apabila terdapat kelainan
atau keanehan dan segera
mendapatkan penanganan yang tepat.SADARI merupakan deteksi
dini kanker payudara yang paling banyak dianjurkan bagi setiap wanita dan
sangat mudah untuk dilakukan.
Ada beberapa langkah untuk melakukan
pemeriksaan SADARI yaitu melihat, memijat, meraba dan meraba ketiak.
SARAN
Kita
semua harus waspada terhadap penyakit kanker payudara.
Jangan
pernah menyepelekan penyakit kanker payudara karena penyakit ini bisa mematikan
bagi penderita.
Jagalah kesehatan selalu, baik
jasmani maupun rohani supaya tidak terkena penyakit kanker payudara.
DAFTAR PUSTAKA
Ana,
K. 2007.
Panduan
Lengkap kesehatan
Wanita. Yogjakarta: Gala Ilmu Semesta.
Rasjidi, Imam. 2009. Deteksi Dini & Pencegahan Kanker
pada Wanita. Jakarta: Sagung Seto.
Setiati,
E. 2009. Waspadai Empat Kanker Ganas. Yogjakarta: Andi offs.
Sugiharto, S. (2014). Hubungan antara pengetahuan kanker payudara
dengan perilaku SADARI. Tesis. Universitas Widya Mandala Katolik
Surabaya.
Suryaningsih, E. 2009.
Kupas Tuntas Kanker Payudara. Yogjakarta: Paradigma Indonesia.
Sutjipto. 2007. Permasalahan Deteksi Dini dan Pengobatan
Kanker Payudarai http://www.dharmais.co.id. Diakses tanggal 15 Januari
2010.
Varney, H. 2004. Ilmu Kebidanan
(Varney’s midwifery 3rd ed). Bandung: Sekelola publisher.
Komentar
Posting Komentar